:: TUTORIAL CABRI GEOMETRI 2 PLUS ::

Standar

:: Cabri Geometry 2 Plus ::

Cabri Geometry 2 Plus merupakan suatu software yang dapat digunakan untuk  mempelajari konstruksi geometri.  Cabri 2 Plus dapat  membuat konstruksi berbagai bangun- bangun geometri (dimensi 2) beserta hubungan  diantara mereka.

Di Cabri 2 Plus tersedia berbagai menu menggambar, mulai dari menggambar garis dan ruas garis sampai menggambar konflik antara lingkaran dan garis (yang akan menghasilkan dua buah parabola).

Keunggulan Cabri Geometri II Plus dibandingkan dengan software-software sejenis dan versi sebelumnya adalah:

Antar muka(interface) yang lebih mudah dipahami dan digunakan (user friendly)  dan lebih  sederhana.Cabri geometri 2 plus memiliki tampilan yang mirip dengan software office yang dikeluarkan Microsoft,  dimana terdapat menu terdapat struktur antar muka seperti file, edit, options, window, help dan lain-lain. Pada toolbar disediakan alat untuk membuat dan memodifikasi diagram seperti  titik, garis, lingkaran, kurva, titik tengah dan sebagainya. Selain itu pada cabri  geometri 2 plus terdapat beberapa kumpulan pointers yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Icon-icon  yang  lebih  baik  dan  jelas sehinga mudah untuk digunakan dan jumlah  warna bertambah menjadi 36 jenis warna dasar.

Perangkat  tambahan  disediakan untuk memberikan nama padasetiap objek dengan jenis dan ukuran font yang lengkap,  selain itu  angka dan equations dapat disisipkan diantara teks dan lembar kerja.

Mampu menambahkan gambar pada titik, segmen, segitiga dan segiempat.

Jenis-jenis gambar yang bisa disisipkan berformat, BMP, JPG dan GIF.

Beberapa garis sketsa pembentuk gambar dihilangkan sehingga gambar yang dibuat lebih jelas.

Pemotongan bagian gambar lebih baik dari versi sebelumnya.

Gambar bisa diimpor dari dan ke file lain yang sejenis.

 

:: TUTORIAL Cabri Geometry 2 Plus ::

 1. Menggambar Elips

  •  Buka software Cabri 2D
  •  Buat garis lurus dengan mengklik  “Line”

Image

  •  Beri nama titik pada line yang telah di buat, dengan mengklik  “Label”, lalu beri nama titik dengan nama “F1”

Image

Image

  •  Buat titik fokus ke dua di sebelah kanan titik fokus 1 (F1) pada garis lurus tadi, dengan mengklik  “Point on objek”

Image

  • Beri nama titik dengan nama “F2”  dengan mengklik  “Label”.

Image

Image

  • Buat lingkaran dengan mengklik  “Circle” yang berpusat di titik “F1” dan berjari-jari lebih besar dari panjang |F1F2|.

Image

Image

  •  Buat garis lurus melalui pusat lingkaran dan memotong lingkaran di titik A (beri label/nama titik “A” pada perpotongan garis dengan lingkaran).

Image Image

  •  Buat segment garis F1A dan F2A dengan mengklik “Segment”.

Image

Image

Image

  •  Buat garis tegak lurus melalui titik tengah (garis sumbu) segment garis F2A dengan mengklik  “Perpendicular Bisector”.

Image

Image

  • Buat titik perpotongan garis sumbu dengan segment garis F1A dan perpotongan garis sumbu dengan F2A, dengan mengklik  “Intersection Points”.

Image

  • Beri nama titik-titik potong tersebut dengan nama titik “B” dan “C”.

Image

  • Aktifkan jejak pergerakan titik “B” dengan perintah “Trace on/off”.

Image

Image

  • Sembunyikan titik C dan semua garis-garis yang telah dibuat kecuali garis yang melalui F1 dan F2 (garis sumbu Elips), dengan mengklik  “Hide/Show”.

Image

Image

  • Buat Segment garis F1B dan F2B dengan mengklik  “Segment”.

Image

  • Ganti jenis garis menjadi garis putus-putus dengan perintah “Dotted” akan muncul jenis-jenis garis, pilih jenis garis putus-putus, lalu klik segmen garis F1B dan F2B.

Image Image

Image

  • Ukur panjang segment garis F1B dan F2B dengan mengklik  “Distance and Length”.

Image

Image

  • Salin panjang segment garis F1B dengan mengklik  “Calculate”
  •  klik ukuran panjang F1B  lalu  klik “=”
  •  arah kan cursor pada box hasil
  •  klik cursor  dan  tahan cursor lalu  geser cursor pada bidang gambar.
  • Maka akan muncul tulisan “Result= …” pada bidang gambar,
  • Klik “pointer” lalu  klik pada kata “Result= …” tersebut lalu ganti tulisan “Result=…” menjadi “F1B= ….”.

Image

Image

  • Lakukan seperti langkah  di atas tetapi dengan segment garis F2B untuk menampilkan “F2B= …”.

Image

  • Jumlahkan “F1B= …” dengan “F2B= … dengan mengklik kembali “calculator box”
  •  klik “F1B= …  lalu  klik “+”
  • klik “F2B= …  lalu  klik “=”
  • lalu pindah kan hasil penjumlahan ke bidang gambar seperti langkah  diatas

Image

Image

  • Tampilkan Animasi, dengan perintah “Animation”
  •  Klik titik A  dan  Tahan  lalu  geser kursor ke kiri atau ke kanan  lalu  lepas kursor.

Image

Image

  • Maka titik B akan bergerak dengan meninggalkan jejak-jejak bidang datar berupa Elips, yang merupakan himpunanan titik-titik yang jumlah jarak titik tersebut dengan satu titik dan titik yang lainnya selalu tetap. (yaitu F1B + F2B = konstan).

Image 2. Menggambar Hiperbola

  • Buat garis lurus dengan mengklik  “Line”.

Image

Image

  • Beri nama titik pada line yang telah di buat, dengan mengklik  “Label”, lalu beri nama titik dengan nama “F1” (sebagai fokus 1).

Image

Image

  • Buat titik fokus ke dua di sebelah kanan titik fokus 1 (F1) pada garis lurus tadi, dengan mengklik  “Point on objek”

Image

  • Beri nama titik dengan nama “F2” (sebagai fokus 2) dengan mengklik  “Label”.

Image

Image

  •  Buat lingkaran dengan mengklik “Circle” yang berpusat di titik “F1” dan berjari-jari lebih kecil dari panjang |F1F2|.

Image

  • Buat garis lurus melalui pusat lingkaran dan memotong lingkaran di titik A (beri label/nama titik “A” pada perpotongan garis dengan lingkaran).

Image

Image

  • Buat segment garis F2A dengan mengklik  “Segment”.

Image

Image

  • Buat garis tegak lurus melalui titik tengah (garis sumbu) segment garis F2A dengan mengklik  “Perpendicular Bisector”.

Image

Image

  • Buat titik perpotongan garis sumbu dengan garis yang melalui titik F1 dan titik A dan perpotongan garis sumbu dengan F2A, dengan perintah “Intersection Points”.

Image

Image

  • Beri nama titik-titik potong tersebut dengan nama titik “B” dan “C”.

Image

  • Aktifkan jejak pergerakan titik “B” dengan perintah “Trace on/off”.

Image Image

  • Sembunyikan titik C dan semua garis-garis yang telah dibuat kecuali garis yang melalui F1 dan F2 (garis sumbu Elips), dengan perintah “Hide/Show”.

Image Image

  • Buat Segment garis F1B dan F2B dengan mengklik  “Segment”.

Image

Image

  • Ganti jenis garis menjadi garis putus-putus dengan perintah “Dotted” akan muncul jenis-jenis garis, pilih jenis garis putus-putus, lalu klik segmen garis F1B dan F2B.

Image

Image

Image

  • Ukur panjang segment garis F1B dan F2B dengan mengklik  “Distance and Length”.

Image

Image

  • Salin panjang segment garis F1B dengan perintah “Calculate”  lalu  klik ukuran panjang F1B
  •  klik “=”  lalu  arah kan cursor pada box hasil
  • klik cursor lalu tahan cursor
  •  geser cursor pada bidang gambar
  •  Maka akan muncul tulisan “Result= …” pada bidang gambar
  • Klik “pointer”
  •  klik pada kata “Result= …” tersebut lalu ganti tulisan “Result=…” menjadi “F1B= ….”

Image

Image

Image

  • Lakukan seperti langkah di atas  tetapi dengan segment garis F2B untuk menampilkan “F2B= …

Image

Image

  • Jumlahkan “F1B= …” dengan “F2B= … dengan mengklik kembali “calculator box”
  •  klik “F1B= …  lalu klik “-”
  • klik “F2B= …  lalu  klik “=” à
  • pindahkan hasil pengurangan ke bidang gambar seperti langkah sebelumnya

Image

Image

  • Tampilkan Animasi, dengan perintah “Animation”
  •  Klik titik A
  •  Tahan dan  geser kursor ke kiri atau ke kanan lalu lepas kursor

Image

Image

  • Maka titik B akan bergerak dengan meninggalkan jejak-jejak bidang datar berupa Hiperbola, yang merupakan himpunanan titik-titik yang selisih jarak titik tersebut dengan satu titik dan titik yang lainnya selalu tetap. (yaitu F1B – F2B = konstan)

Image     3.  Menggambar Parabola

  • Buat gambar baru, dengan mengklik  File lalu New.

Image

  •  Buat garis lurus sebagai garis sumbu, pada area gambar dengan mengklik  “Line”.

Image

  • Buat garis lurus sebagai garis sumbu, pada area gambar dengan mengklik  “Line”.

Image

  •  Beri nama titik pada line yang telah di buat, dengan mengklik  “Label”, arahkan cursor pada titik, lalu beri nama titik dengan nama “O” (sebagai Titik sumbu).

Image

Image

  • Buat garis yang tegak lurus dengan garis yang telah dibuat melalui  titik O dengan mengklik  “Perpendicular Line”.

Image

Image

  • Beri nama titik dengan nama “F” (sebagai fokus ) dengan mengklik  “Label”.Image
  •  Buat segemen garis FA melalui titik F dan memotong garis sumbu di sebelah kanan titik O dengan mengklik “Segmen”.

Image Image

  •  Beri nama titik potong tersebut dengan nama titik A dengan mengklik “Label”.

Image

Image

  •  Buat garis melalui titik A yang tegak lurus dengan garis sumbu dengan mengklik  “Perpendicular Line”.

Image

Image

  •  Buat garis yang tegak lurus segmen garis FA melalui tengah-tengah garis FA (garis sumbu segmen garis FA)dengan perintah “Perpendicular Bisector”.

Image

Image

  • Buat titik pada perpotongan garis sumbu FA dengan garis yang tegak lurus di titik A dengan perintah “Intersection Points”.

Image

  •  Beri nama titik tersebut dengan nama titik “P” dengan perintah “Label”.

Image

Image

  • Aktifkan trace on/off pada titik  P.

Image

Image

  •  Buat segemen garis FP dengan perintah “segment”.

Image

Image

  • Buat segemen garis PA dengan perintah “segment”.

Image

Image

  •  Ganti jenis garis menjadi garis putus-putus dengan perintah “Dotted” akan muncul jenis-jenis garis à pilih jenis garis putus-putus à lalu klik segmen garis FP dan PA.

Image

Image

  •  Aktifkan jejak pergerakan titik P dengan perintah “Trace on/off” à klik titik P.

Image Image

  • Sembunyikan semua garis yang telah dibuat dengan perintah “Hide/Show”, kecuali garis-garis yang saling tegak lurus di titik O dan segmen garis FP serta PA.

Image

Image

  • Ukur panjang segment garis FP dan PA dengan perintah “Distance and Length”.

Image Image

  • Salin panjang segment garis FP dengan perintah “Calculate”
  •  klik ukuran panjang FP  lalu klik “=”
  • arah kan cursor pada box hasil  lalu  klik cursor
  •  tahan cursor  dan  geser cursor pada bidang gambar.
  • Maka akan muncul tulisan “Result= …” pada bidang gambar, Klik “pointer” à klik pada kata “Result= …” tersebut lalu ganti tulisan “Result=…” menjadi “FP= ….”.

Image

Image

  •  Lakukan seperti langkah di atas  tetapi dengan segment garis PA untuk menampilkan “PA= …”.

Image

Image

  • Klik Pointer  lalu Klik titik A
  •  tahan kursor dan  geser/gerakkan kursor ke kiri dan kekanan hingga titik P akan bergerak meninggalkan jejak-jejak himpunan titik-titik yang membentuk Parabola.

Image Image

  •  Dengan memperhatikan panjang Segmen garis FP dan PA selalu sama, hal ini sesuai dengan definisi parabola, yaitu himpunan titik-titik yang berjarak sama dari satu titik (titik fokus) dengan titik yang lain (titik pada garis direktris parabola).

Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s